Anak Warga Kurang Mampu,Yang Mengalami Disabilitas Ditolak Berobat Di Rumah Sakit

 

 

KENDAL,RADAR POS NUSANTARA-Anak penyandang disabilitas berobat di salah satu rumah sakit di kendal Mendapat penolakan dari pihak Rs .”Seorang pasangan suamibistri  Wahyudi ( 40 ) serta Listiani (39)  warga desa brangsong Rt 23 Rw 8 Kecamatan brangsong kabupaten kendal jawa tengah,merasa kecewa dengan pihak rumah sakit yang menolak anaknya.

Karna pihak rumah sakit mengatakan,pelayanan kesehatan yang dibutuhkan untuk berobat anaknya bisa didapatkan,asal orang tua  membayar biaya BPJS mandiri yang selama ini tertunggak total  jutaan rupiah.

Wahyudi selaku orang tua dari muhammad farid yang mengalami disabilitas ,anak satu satunya tidak bisa berjalan normal seperti anak anak normal umumnya, kini anak yang berusia 8 tahun yang duduk dibangku kelas 1 SD,hanya bisa merangkak karna ada kelainan pada kakinya.

Untuk sekolah saja ibunya selalu gendong bulak balik,padahal juga sudah menjalani terapi pijat saraf,

“Wahyudi selaku orangtuanya menuturkan mendaftarkan keluarganya dalam program BPJS  mandiribkelas 3,saat putranya masih dalam kandungan.saat putranya lahir pada 2014 silam lahir dirumah sakit secara prematur.

Padahal selama setahun ikut BPJS saya rutin membayar iuran bulanan.dan saya tidak bisa melanjutkan membayar lagi,karna saya hanya sebagai pekerja serabutan”imbuhnya (11/4)

Memang ketidak normalan fisik putranya karna dialami sejak lahir.padahal juga sudah rutin berobat baik kedokter maupun ke alternatif pijat saraf. Kini kedua orang tua nya sangat berharap mendapatkan dari BPJS juga pemerintah (KIS) guna bisa untuk pengobatan putra semata wayang itu.dan sampe sekarang belum pernah dapatkan bantuan dari pemerintah,termasuk pemerintah desa.

“Kini salah satu Aktivis Jaringan Relawan Hak Asasi Manusia ( Jakerham ) faiz wahyudi menyayangkan tidak adanya responsif dari pihak pemdes atas kondisi keluarga. Wahyudi menuturkan seharusnya pihak pemdes dan pemda dapat membantu untuk mengintergrasi pada program PBI Non iuran”imbuhnya

Kerna pihak keluarga pak wahyudi adalah potret riil keluarga tidak mampu yang bener bener luput dari program pemerintah,karena tidak dapat mengakses layanan kesehatan” ibuhnya

Sementara kades Brangsong Muh Asnawi dikonfirmasi,mengatakan belum dapat informasi dari perangkatnya” ujar kades. ( Tim Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *