Pernyataan Camat Kaliwungu Nung Tubeno Terkait Mess di Karangtengah Tidak Akan Ada Penghuni TKA, Adalah Tidak Benar

KENDAL | RADARPOSNUSANTARA.COM – Pernyataan Camat Kaliwungu Nung Tubeno Terkait tidak adanya Tenaga Kerja Asing (TKA) yang akan menghuni bangunan “belum berijin” yang berada di Desa Karang Tengah adalah tidak benar.

Kenapa disebut belum berijin, karena sampai dengan berita ini tayang, belum ada ijin atau tembusan ijin yang masuk ke desa karang tengah, tidak hanya bangunan, tetapi ijin sumur dalam pun belum ada.

Mess atau bedeng yang akan diperuntukan sebagai Mess bagi karyawan PT China State Cauntruction Overseas Development Shanghai ternyata tidak hanya akan dihuni oleh tenaga kerja lokal Indonesia, juga akan ditempati oleh para Tenaga Kerja Asing yang saat ini tersebar di Kos sekitar Lokasi bangunan.

Menurut pantauan awak media ini, dilokasi bangunan terlihat 4 blok Mess, 3 diantaranya sudah jadi, sedangkan yang 1 blok masih dalam pengerjaan.

Selain Mess, juga nampak Sumur dalam yang sudah jadi, dan ini menurut Kepala Desa Karangtengan AS. Adhim juga belum ada ijin.

“Untuk pembuatan sumur dalam, harus ada ijin tersendiri, tapi sampai saat ini juga belum ada ijin atau tembusan ijin ke tingkat desa,” kata kades adlim.

Kades adlim juga mengatakan bahwa Mess/barak yang sudah jadi saat ini sudah dihuni oleh sekitar 400 tenaga kerja.

“Menurut informasi, dibangunan tersebut nantinya akan dihuni oleh 1500 orang karyawan,” tambahnya.

Untuk membuktikan ucapan Camat Kaliwungu Nung Tubeno, apakah benar Mess tersebut hanya akan dihuni oleh tenaga kerja lokal saja, “apa dengan TKA” awak media ini melakukan penelusuran ke beberapa desa disekitar Kecamatan Brangsong dan Kaliwungu.

Hasilnya sungguh mencengangkan, para TKA yang saat ini ngontrak disekitar bangunan Mess, membenarkan bahwa dirinya akan segera pindah bila bangunan tersebut sudah rampung.

Seperti yang di sampaikan Evita, Penterjemah sekaligus juru masak Kos TKA yang ada di RT 06 RW II Desa Brangsong, kepada awak media ini dia membenarkan bahwa anak asuhnya (para TKA-red) akan pindah ke Mess di Karangtengah yang dibangun oleh perusahaannya.

“Soal pindah ke Mess, jadi pak, jadi pindah, soal kapan dan tanggalnya itu yang aku nggak tau,” ucap Vita.

Senada dengan Evita, Ketua RT 05 RW I Desa Karangtengah Pamudji, juga mengatakan hal yang sama, bahwa para TKA yang ngontrak diwilayah kerjanya (Grand Pakuwon) ada sekitar 50 TKA yang juga akan pindah ke Mess tersebut.

“Mereka banyak yang ngontrak di Grand Pakuwon sini, modusnya begini, yang pertama datang untuk ngontrak ya tenaga kerja lokal, namun setelah beberapa hari berjalan, baru masuk para TKA di Kos itu,” terang Mantan pensiunan Kementrian Agama kepada awak media ini, Jumat 22/12/23.

Pewarta : A Khozin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *