Fenomena Lautan Sampah, Mendarat di Sebagian Pesisir Pantai Karimunjawa

JEPARA-RADARPOSNUSANTARA.COM- Lautan sampah menghiasi sebagian pesisir pantai Desa kemujan, kecamatan Karimunjawa. yang noktabennya pulau karimunjawa ini di nobatkan sebagai icon kawasan wisata, tepatnya di pesisir dekat pelabuhan legon bajak. Selasa, (26/3/2024)

Sampah kiriman dari laut ini menjadi salah satu pekerjaan rumah (PR) yang harus diperhatikan oleh pemerintah di wilayah tersebut. Pasalnya pesisir pantai yang terkontaminasi oleh sampah akan memberikan dampak yang tidak bagus bagi daerah kawasan wisata.

Staff UUP Karimunjawa Noor Khoir, yang bertugas di pelabuhan legon bajak Saat di konfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan, Biasanya Pihaknya berkolaborasi dengan Balai Taman Nasional (BTN) Karimunjawa, serta kordinasi dengan pemerintah desa setempat dan warga sekitar untuk mengagendakan kerja bakti pembersihan sampah yang telah memenuhi kawasan pesisir daerah wisata karimunjawa tersebut. Kamis, (28/3/2024)

“Masalah sampah ini kan faktor dari fenomena alam, jadi sudah tugas kita untuk gotong royong membersihkannya. Nanti kami akan koordinasi dengan pemerintah desa dan pihak-pihak terkait untuk mengagendakan kerja bakti pembersihan sampah” ujar khoir.

Kerja bakti pembersihan sampah di pesisir pantai Karimunjawa, telah menjadi agenda rutinan setiap datangnya musim angin Barat maupun musim angin Timur dan biasanya di Motori oleh Balai Taman Nasional (BTN) Karimunjawa. Imbuhnya

Salah satu warga kemojan mengatakan fenomena sampah kiriman ini terjadi mulai tiga hari lalu, semenjak musim ombak ini banyak sampah yang mendarat di sepanjang kawasan pesisir pantai karimunjawa. Dia berharap pemerintah agar bergerak cepat mengatasi permasalahan ini.

“Pemerintah dan stakeholdernya harus bertindak cepat untuk menangani masalah sampah ini, Disinikan daerah wisata jadi harus terjaga kebersihannya hal ini akan menambah penilaian dari para wisatawan yang berkunjung di pulau Karimunjawa” ujar iman, warga kemojan.

Apalagi Kabupaten Jepara baru-baru ini telah mendapatkan piala Adipura, Untuk penghargaan sebagai salah satu kota sedang terbersih di Indonesia.

Sementara petinggi Desa kemujan Mas’ud Dwi Wijayanto belum bisa di hubungi oleh awak media untuk dimintai tanggapannya terkait fenomena penumpukan sampah diwilayahnya, sampai berita ini di tayangkan.

(Donie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *