KENDAL | RADARPOSNUSANTARA.COM – Dalam rangka menghadapi hari Raya idul Fitri, Pemerintah Daerah Kabupaten Kendal menggelar Pasar murah dan pengajian umum dengan menghadirkan da,i kondang Gus Miftah dan cak Percil, Rabu 3/04/24.
Acara yang di gelar di Alun-alun Kendal tersebut diluar ekspektasi panitia, kehadiran Gus Miftah dan cak Percil tidak lagi menjadi magnit bagi warga Kendal untuk hadir, pasal nya hanya sepertiga alun-alun Kendal saja yang terisi jamaah.
Sementara itu dalam pidatonya Bupati Kendal Dico Ganinduto mengatakan bahwa event ini diselenggarakan dalam rangka safari ramadhan dengan bersamaan diadakannya pasar murah.
Selanjutnya Bupati mengajak, yang pertama Bupati Dico mengajak seluruh pengunjung untuk selalu memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan nikmat berupa sehat dan umur panjang, ia berharap agar kita semua, kedepan masih dipertemukan lagi dengan ramadlan yang akan datang.
Bupati juga mengucap syukur bahwa semua rangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama bulan ramadlan bisa berjalan dengan baik.
“Semoga semua amalan kita di bulan ramadlan di terima oleh Allah SWT, dan kita berharap agar usai ramadhan ini pribadi kita akan semakin menjadi baik,” harap Bupati.
“Karena makna ramadlan mensucikan diri, sehingga pribadi kita menjadi lebih baik,” tambah Bupati yang di jawab Amin oleh para jamaah yang hadir.
Selain itu, lanjut Bupati, Pemda juga membagikan 3000 kupon berbuka puasa gratis kepada seluruh warga yang hadir,
Nampak para Banser membagikan kupon berwarna putih kepada para jamaah yang hadir.
“Insya Allah semua dapat,” tegas Bupati.
Di tempat sama, Gus Miftah dalan tausiyahnya menyoroti tentang kehadiran masyarakat Kendal, menurut Gus Miftah kehadiran masyarakat tersebut bukannya ingin mengaji, tapi ingin mencari buko (gratis) sama mencari THR.
“Ketok wajah-wajah pemburu takjil, sebab terlihat rupane Ono sing koyo kolak,” ucap Gus Miftah terkesan melecehkan jamaah yang hadir.
Selanjutnya Gus Miftah menyampaikan materi tentang keutamaan bulan ramadlan.
“Salah satu keutamaan bulan Ramadan yang paling istimewa yaitu sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an untuk pertama kalinya tepatnya pada malam Lailatul Qadar. Momen ini sangatlah istimewa sebab Al-Qur’an merupakan pedoman utama bagi hidup umat Islam,” terang Gus miftah.
Bulan ramadlan itu ibarat tamu, tuan rumah yang baik, itu hukumnya wajib menyambut tamu.
“Apapun tamunya, baik itu baik atau tidak, harus wajib kita terima,” beber Gus Miftah.
Acara terasa hidup saat cak percil tampil membawakan lagu yang di populer kan oleh Azzahir.
(A Khozin).