KENDAL,RADAR POS NUSANTARA-Masyarakat peduli lingkungan beserta POLKE adakan gelar aksI di jalan.perwakilan masyarakat dan tokoh masyarakat seputaran kaliwungu dan Polke Melakukan orasi dipertigaan tugu plantaran menuntut stop dump tronton yang angkut tanah urug gol c yang melintas jalur Kaliwungu – Boja, batas waktu oprasional dump truk pukul 8.00 pagi hingga 16.00, dan stop dump truk pengangkut tanah urug pada hari minggu atau hari libur. Serta memasang beberapa spanduk mmt sepanjang jalan kaliwungu boja.
Sementara Kordinator Polke Aris Mustofa mengatakan, pihaknya meminta dinas terkait, yaitu Dishub Kendal dan Satlantas Polres Kendal agar dapat menertibkan aturan yang di langgar,jam oprasional serta kapasitas muatan dump truk pengangkut tanah urug galian C.
“Kami meminta jam oprasional dump truk bisa ditertibkan mulai jam 8 pagi hingga jam 16.00 sore, sementara dump truk tronton pengangkut tanah urug harap di stop tidak boleh melintas di jalan Kaliwungu – Boja,”harap Aris.
Dikatakannya, Masyarakat Peduli Lingkungan dan Persaudaraan Ormas-LSM Kendal sangat prihatin selama ini tidak ada perhatian dari Pemeritah nasib para warga yang setiap hari harus menjadi korban para pengusaha galian C yang ditimbulkan dari asap dan debu dari tanah gol c yang diangkut dump truk.
“Setiap hari warga harus menghirup asap dan debu akibat dump truk yang melintas. Saya berharap ada tindakan tegas dari pemerintah terkait, namun jika tidak ada ketegasan dari Pemerintah maka kami yang akan bertindak,” kata Koordinator Polke.
Sementara warga Plantaran, Mulyono mengungkapkan, setiap hari dump truk pengangkut tanah galian c melewati depan rumah dan memang terdampak debu apalagi kalau musim kemarau.
“Sangat terganggu apalagi dump pengangkut tanah tidak pernah memasang tutup terpal jadi tanah ada yang jatuh. Saya meminta Semoga ada ketegasan dari Pemerintah Kendal yaitu dinas Dishub dan Lantas Polres Kendal,” tuturnya.
Tim Rpn/Rkm