Sebanyak 488 Peserta Mengikuti Loba Ukir, Guna Menjaga Kelestarian Seni Ukir Jepara

JEPARA – RADARPOSNUSANTARA.COM |Dalam rangka memperingati hari Ukir, Yayasan Lembaga Pelestari Ukir (Peluk) Jepara mengadakan lomba seni Ukir yang diikuti oleh pengukir Sebanyak 488 peserta yang terdiri dari berbagai tingkatan atau kategori. Peserta lomba mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, laki-laki, perempuan hingga para sahabat Disabilitas Jepara. Acara lomba dibuka langsung oleh Pj. Bupati Jepara, Edy Supriyanta di Benteng Fort Jepara. Selasa (27/08/2024).

Edy Supriyanta mengapresiasi lomba ukir yang diselenggarakan oleh Yayasan Lembaga Pelestari Ukir (Peluk) Jepara ini. Kegiatan ini menjadi salah satu ikhtiar melestarikan ukir Jepara yang dalam beberapa waktu terakhir kurang diminati oleh generasi muda Jepara.

“Jepara merupakan pusat ukir dunia atau The World Carving Center. Potensi ini harus terus dilestarikan dan tidak boleh punah. Lomba ukir ini menjadi salah satu upaya kita bersama,” terang Edy Supriyanta.

Edy menyebut jika upaya pelestarian harus terus diperkuat. Seni ukir tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai pilar ekonomi Kabupaten Jepara. “Lomba Ukir ini adalah wujud nyata komitmen kita untuk melestarikan dan mewariskan seni ukir kepada generasi penerus Jepara. Juga wujud apresiasi untuk para pengukir senior, yang terus menjaganya,” lanjutnya.

Edy juga menyampaikan jika anak-anak Jepara harus mewarisi, melanjutkan, dan mengembangkan warisan budaya ini, di masa depan. Maka, dalam kesempatan ini juga dideklarasikan masuknya Seni Ukir dalam tema P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) di satuan pendidikan.

“Jadikan Kurikulum Merdeka sebagai sarana untuk lebih serius, mengenalkan seni ukir kepada anak-anak Jepara. Kita ingin mereka cinta dan menjadi pelestari warisan budaya ini,” jelasnya.

Lebih lanjut lagi, dalam kesempatan ini, Edy Supriyanta juga meminta agar kantor pemerintah dan swasta di Jepara harus dihiasi Macan Kurung dan Gebyok Jepara. “Saya minta bulan depan harus dimulai. Ini juga merupakan upaya, agar seni ukir menyatu dalam setiap hembusan nafas kita serta wajib kita lestarikan, terutama anak-anak Jepara,” ungkap Edy.

Tidak hanya itu, Pj. Bupati juga akan merencanakan pameran ukir dan mebel on the street di Jepara. Sehingga menghidupkan UMKM di Jepara agar tetap bergeliat. “Tiga bulan kedepan kita laksanakan pameran ukir dan mebel secara on the street. Paling tidak UMKM di Jepara tetap bergeliat,” tandasnya.

Disela-sela acara, ketua yayasan Bina Akses, Budi Mulyo, yang menaungi teman-teman Disabilitas Jepara, dan juga anggota Paguyuban Sungging prabangkoro Jepara. Saat ditemui awak media dia berharap, Mudah-mudahan antusias generasi muda tumbuh kembali atas kesenian Ukir jepara ini, agar tidak punah di telan zaman.

“Saya berharap, mudah-mudahan generasi muda kita khususnya anak-anak muda Jepara, tumbuh kembali antusiasnya atas kesenian Ukir jepara ini, agar seni ukir jepara tifldak punah terggerus zaman” ujar Budi Mulyo.

“Mengingat potensi pengukir muda saat ini sangat memperhatinkan keberadaannya, oleh sebab itu mari kita bersama-sama melestarikan dan mengembalikan nilai seni ukir jepara” pungkasnya.

(Donie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *