Disdik Madina Pastikan Tak Ada Perundungan di Sekolah, Polisi Masih Dalami Penyebab Kematian Siswi SD

MANDAILING NATAL — RADARPOSNUSANTARA.COM–Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melakukan verifikasi ke SD Negeri 048 Kecamatan Bukit Malintang, Jumat (2/10/2026), menyusul meninggalnya seorang siswi kelas II SD yang sebelumnya diberitakan diduga mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di pohon jeruk.

Kedatangan jajaran Disdik Madina yang dipimpin Kepala Seksi Sertifikasi Pendidik (Kasi Serdik), Erwin, tersebut untuk memperoleh informasi langsung dari pihak sekolah terkait kronologi kejadian. Langkah itu dilakukan menyusul beredarnya narasi di media sosial yang mengaitkan peristiwa tersebut dengan dugaan perundungan atau tekanan yang dialami korban di lingkungan sekolah.

Erwin mengatakan, pihaknya turut prihatin dan menyampaikan belasungkawa atas peristiwa yang menimpa salah seorang peserta didik tersebut.

“Kami dari Dinas Pendidikan Madina turut prihatin dan berbelasungkawa atas kejadian yang menimpa salah satu murid di sekolah dasar ini. Kami datang untuk memverifikasi dan meminta keterangan pihak sekolah, apakah benar kejadian itu akibat anak tersebut tertekan mentalnya karena perundungan atau tidak,” ujar Erwin.

Menurut Erwin, pihak Disdik telah meminta keterangan dari pihak sekolah, termasuk wali kelas korban. Berdasarkan keterangan yang diterima dalam verifikasi tersebut, pihak sekolah menyampaikan bahwa tidak ditemukan adanya tindakan penekanan maupun perundungan terhadap korban di lingkungan sekolah.

“Sesuai hasil verifikasi kami di sekolah dan keterangan dari wali kelas yang kami dapatkan, bahwasanya tidak ada penekanan atau perundungan yang terjadi, terutama di lingkungan sekolah. Untuk narasi yang beredar di media sosial itu tidak benar,” katanya.

Erwin menegaskan, pernyataan tersebut disampaikan berdasarkan keterangan yang diperoleh langsung dari pihak sekolah dan wali kelas yang bersangkutan.

“Sudah sama-sama kita dengarkan tadi apa yang dijelaskan oleh pihak sekolah, tidak ada penekanan,” tambahnya.

Polisi Masih Dalami Penyebab Kematian

Sementara itu, proses penyelidikan terkait meninggalnya korban masih dilakukan aparat kepolisian. Kapolres Mandailing Natal AKBP Bagus Priyandi mengatakan, perkara tersebut masih dalam pendalaman Polsek Siabu bersama Satreskrim Polres Mandailing Natal.

Menurutnya, kepolisian telah melakukan sejumlah langkah penyelidikan, termasuk pemeriksaan dan pengumpulan bukti untuk mengetahui secara jelas latar belakang serta penyebab kematian korban.

“Peristiwa tersebut sudah dalam pendalaman oleh Polsek Siabu dan Satreskrim Polres Madina. Kami sudah melakukan otopsi dan hasilnya kami akan berkoordinasi dengan dokter terkait apa penyebab kematian dari korban,” ujar Bagus Priyandi.

Kapolres menjelaskan, penyidik juga telah meminta keterangan dari sejumlah pihak serta mengumpulkan bukti-bukti untuk memastikan apakah terdapat unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

“Satreskrim dan Polsek Siabu telah melaksanakan kegiatan penyelidikan, meminta keterangan dan mengumpulkan bukti-bukti terkait dengan dugaan apakah ada tindak pidana dan peristiwa pidana yang melatarbelakangi meninggalnya korban,” jelasnya.

Kapolres mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama informasi yang beredar melalui media sosial.

Ia juga meminta masyarakat yang memiliki informasi berkaitan dengan peristiwa tersebut, termasuk pihak keluarga, tetangga maupun warga yang mengetahui kejadian, untuk menyampaikannya kepada pihak kepolisian.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah termakan hoaks atau berita bohong. Apabila ada informasi atau keterangan dari pihak keluarga, tetangga maupun masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut, dapat menyampaikannya kepada Polsek ataupun penyidik Polres Mandailing Natal,” pungkasnya.

Dengan demikian, dugaan adanya perundungan di lingkungan sekolah masih menjadi bagian dari informasi yang perlu diverifikasi lebih lanjut. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh penyebab dan latar belakang meninggalnya korban.

( Tim )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *