Kemendag Bakal Didemo Ratusan Buruh Pada May Day Nanti,Minta Jokowi Copot Mentri

JAKARTA,RADAR POS NUSANTRA-Para Serikat buruh bakal melakukan aksi demo meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Menteri Perdagangan (Mendag) M Lutfi.

Permintaan tersebut itu karna dilatarbelakangi terbongkarnya kasus ekspor minyak goreng yang melibatkan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan yang kini sudah ditetapkan tersangka oleh kejaksaan agung ( Kejagung )

Said iqbal mengatakan Dirjen Perdagangan Luar Negeri dan 3 pengusaha minyak goreng yang dijadikan tersangka oleh Kejaksaan Agung membuktikan bahwa terjadinya kenaikan harga minyak goreng akibat permainan para mafia atau kartel.

“Kini Partai buruh dan organ serikat buruh lainnya mendesak agar Menteri Perdagangan dicopot karena selalu menyatakan ada mafia-mafia tidak bisa disentuh atau untouchable, ternyata malah dirjennya. Itu menunjukkan bahwa mengendalikan internal Kementerian Perdagangan saja Menteri Perdagangan tidak mampu dan masih lemah,kini harus dicopot,”pungkasny

Nanti Selepas melakukan aksi demo di Bundaran HI,para  buruh akan melanjutkan aksinya ke kantor Kemendag.Pihaknya juga mendesak agar kasus ekspor minyak goreng diusut tuntas sampai ke akar-akarnya oleh Kejagung. Bahkan menurutnya KPK harus turun tangan ikut menangani kasus serupa sampai ke akar-akarnya,supaya masalah mafia minyak goreng dan CPO bisa dibongkar secara tuntas dan memeriksanya.

Partai Buruh dan organ serikat buruh pada hari buruh internasional pada  1 Mei 2022 nanti  akan menyuarakan agar Presiden Jokowi, dengan hak prerogatif-nya mencopot Menteri Perdagangan dan memeriksa dirjen-dirjen yang lain supaya terbongar hingga akar akarnya.

Untuk itu, presiden joko widodo (Jokowi) diharapkan dapat memerintahkan Jaksa Agung hingga KPK mulai menginvestigasi dan memeriksa dirjen-dirjen yang lain di Kementerian Perdagangan agar disapu bersih jika terbukti ikut terlibat dalam permainan minyak.

“Pada saat demo hari may day nanti tidak menutup kemungkinan setelah dari Bundaran HI kami menuju Kementerian Perdagangan untuk melakukan aksi demo” pungkasnya  (Tim Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *