MADINA SUMUT-RADARPOSNUSANTARA.COM-Ulah pemain tambang ilegal kini beraksi kembali dan ngelabuhi petugas pasalnya salah seorang pelaku tambang ilegal berinisial B yang beroperasi di daerah aliran sungai Batang Gadis di Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ternyata malah nekat beroperasi aktifitasnya di malam hari Meskipun sudah ada pelarangan dari pihak kepolisian.
Seorang Pelaku tambang berinisial B seakan ingin mengelabui petugas kepolisian, pelaku tambang emas ilegal tersebut mengoperasikan alat beratnya di jam jam malam dini hari mulai Pukul 12 malam hingga jam 4 pagi.
Keterangan sumber Informasi tersebut diperoleh dari masyarakat Kamis (28/03/24) dari pengakuan warga yang berada di sekitaran gak jauh dari lokasi tambang emas ilegal di Kecamatan Kotanopan.
“Siang tidak ada alat berat yang beroperasi, hanya saja mereka main Dompeng, namun, di jam malam 12 malam hingga jam 4 pagi itu mereka menggunakan alat berat mengeruk sungai untuk mencari emas,” ungkap warga sekitar.
Sementara, diketahui beberapa hari yang lalu sempat diberitakan salah satu oknum pemain tambang inisial P ini sempat ingin memasukkan alat berat kembali untuk mencari emas di bantaran sungai Batang Gadis, namun tak beberapa lama kemudian langsung di usir Kapolsek Kotanopan AKP P Ritonga.
“Benar ada. Kemarin memang ada mau coba-coba. Sudah ku usir, biar tidak ada lagi kegiatan ilegal di Kotanopan,” ungkap Kapolsek pada saat itu seperti yang sempat%diberitakan beberapa Media Online Jumat (22/3/2024) malam kemarin.
Komitmen memberantas PETI ini memang merupakan komitmen dari tingkat Kapolda Sumut, serta Kapolres Madina. Seperti diungkapkan Kapolres Madina, AKBP Arie Paloh beberapa waktu lalu, bahwa dirinya akan terus menindak pelaku PETI dan tidak memberikan kelonggaran.
Selaku warga meminta kepada pihak kepolisian dapat kembali menertibkan para penambang agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan yang lebih parah
Tak hanya itu, sebelumnya sejumlah mahasiswa dan Lembaga Swadaya Masyarakat di Madina meminta agar pemain tambang di Kotanopan juga harus diamankan karena sudah merusak lingkungan.
( Team )