LSM MAPENAB Desak Ketua FKSB Sebut Nama Ormas Yang Diduga Melakukan Pemerasan Dan Intimidasi

SEMARANG-RADARPOSNUSANTARA.COM-“Dimohon dengan sangat kepada walikota Semarang untuk membatalkan atau menghentikan kegiatan Festival Seni Budaya Ormas Kota Semarang, yang akan diadakan pada tanggal 27 Oktober 2024”, pesan Sucipto, SH MH, Ketua LSM Masyarakat Peduli Nasib Bangsa – MAPENAB Provinsi Jawa Tengah salah satu ormas di kota Semarang yang bergerak dibidang pembelaan terhadap warga .

Kegiatan kesenian atas inisiasi Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu ( FKSB) yang melibatkan ormas-ormas itu lebih baik diialihkan untuk kegiatan yang lebih berguna bagi masyarakat kota Semarang. “Anggaran yang sangat besar akan lebih bermanfaat jika dialihkan untuk kegiatan melibatkan peran serta masyarakat, semisal pelatihan ketrampilan atau sejenisnya, apalagi saat ini hubungan antara ormas-ormas yang ada di kota Semarang sedang tidak kondusif “, tambah pria yang juga pengacara ini.

Beredar di beberapa media terkait ucapan yang dilontarkan oleh Ketua FKSB Kota semarang H. Dr. AM Juma’i SE. MM mengecam adanya oknum ormas di Kota Semarang Semarang yang diduga melakukan pressure ancaman kepada para camat di Kota semarang dengan meminta sejumlah uang.

Dengan adanya pernyataan ketua FKSB, ormas-ormas di kota Semarang merasa diadu domba. Mereka yang merasa selamat ini sebagai mitra pengawasan pemerintah akan bertanya-tanya terkait ormas mana yang melakukan tindakan melawan hukum tersebut.

Cipto, panggilan akrab pria yang lama malang melintang di dunia advokasi dan pembelaan terhadap kaum marjinal ini, menyikapi dinamika yang berkembang terkait dengan statmen Juma’i tersebut, seharuanya FKSB sebagai wadah bersatunya ormas di kota lumpia tidak gegabah dalam menerima aduan dari oknum yang mengatasnamakan masyarakat perihal kegiatan yang melawan hukum tersebut.

“Kalo memang benar ada Ormas yang melakukan praktek culas yang merugilan camat dan OPD, wajib hukumnya bagi FKSB melakukan pembinaan yang benar terhadap ormas yang Salah langkah, jangan mengkambing hitamkan semua ormas, melalui pernyataan di media, apalagi tidak berani menyebut nama ormasnya”, kata Cipto.

Dari pantaun media ini terhadap pemberitaan yang ada memang beredar pernyataan dari ketua FKSB terhadap ormas yang melakukan tindakan tidak bermoral.

“Ucapan yang sangat tendensius dan tidak berdasar tersebut seharuanya tidak pantas diucapkan oleh Ketua FKSB, Hal itu bisa mengakibatkan penilaian negatif kepada ormas-ormas yang ada di kota Semarang. “, pungkas Cipto sekaligus menekankan bahwa
LSM Masyarakat Peduli Nasib Bangsa sebagai bagian dari ormas di kota Semarang mendorong FKSB dalam hal ini ketua nya berani menyebut nama ormas mana yg melakukan pengancaman atau pemerasan tersebut.
Agar tidak ada lagi prasangka saling tuduh di antara sesama ormas.

Ketua Paguyuban Camat se kota Semarang, Moeljanto menyatkan selama ini tidak ada intimidasi atau pemerasan oleh ormas, Hal ini diiyakan juga oleh bendahara paguyuban Suroto yang juga camat Genuk saat dikinfirmasi media ini.

” Tidak ada intimidasi atau pungutan oleh ormas di kota Semarang,” kara Moeljanto

 

(Heru)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *