KENDAL | RADARPOSNUSANTARA.COM – Kesebelasan Uzbekistan berhasil lolos ke babak final Piala Asia U-23 usai menyingkirkan Timnas Indonesia U-23. Bertanding di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, dengan skor 2-0, Senin 29/04/24.
Gol kemenangan Uzbekistan dicetak oleh Khusain Norchaev pada menit ke-68 dan gol bunuh diri Pratama Arhan pada menit ke-82.
Bagi Uzbekistan kemenangan ini membuat mereka dipastikan lolos ke partai final, sekaligus lolos ke Olimpiade 2024 Paris.
Keberhasilan Uzbekistan menundukkan Pahlawan Garuda ini membuat para penggemar Timnas Indonesia “rame-rame” menuduh wasit mencurangi Indonesia dengan bersikap berat sebelah dan tidak adil.
Kekecewaan Penggemar bola ini di luapkan dengan kreatifitas yang aneh-aneh, terbukti usai pertandingan di Medsos bertebaran “meme” yang menghujat wasit.
Bahkan ada yang lebih ekstrim lagi cara menyalurkan kekecewaan mereka, terlihat hampir seharian kemaren, semua status WA (WhatsApp) ber-caption menghujat wasit, baik berupa umpatan maupun sebutan penghuni kebun binatang.
Melihat kondisi semacam ini, menjadi keprihatinan bagi seorang bekas santri yang saat ini berprofesi sebagai penjual angkringan bernama Saidin, ia merasa perilaku bangsa Indonesia yang tidak bisa menerima kekalahan itu harus diluruskan, tidak boleh jiwa kesatria yang diteladankan para pejuang kita luntur akibat ulah para oknum masyarakat yang abai terhadap persoalan ini.
“Seperti sudah menjadi tradisi di Indonesia, setiap kekalahan akan memunculkan slogan “kecurangan,” meskipun fakta menunjukan kebenaran,” ucap Saidin penjual angkringan di Ngampel.
“Padahal pelatih Timnas STY sendiri sudah mengatakan bahwa Uzbekistan memang lebih baik dari Timnas kita, namun budaya menuduh “curang” itu selalu bergaung saat “Kekalahan” melanda kita,” terangnya.
Saidin berharap agar ke depan budaya menggaungkan atau menuduh curang itu sudah saatnya di hentikan, jangan asal kalah, semua dituduh curang, kalau kalah ya introspeksi diri, evaluasi apa yang menjadi penyebab kekalahan itu, kemudian diperbaiki, bukan menuduh curang.
“Tidak di Politik, tidak di olahraga, setiap kalah selalu mencari kambing hitam dengan menuduh pemenangnya curang, ini pembelajaran moral yang tidak baik bagi generasi yang akan datang,” harapnya.
Apa yang dikatakan Saidin memang benar, seperti yang dilansir oleh Viva.co.id. Usai pertandingan, pelatih Timnas Indonesia U-23, Shin Tae-yong mengakui dua hal. Pertama dia menyebut anak-anak asuhannya sedikit gugup sebelum memulai pertandingan.
“Pertama-tama saya mengapresiasi usaha bagus dari tim kami. Saya pikir Uzbekistan bermain dengan baik. Ada sesuatu yang saya merasa sedikit menyayangkan, tapi saya tidak mau menyebutkannya di sini,” kata Shin.
Selanjutnya, STY mengakui bahwa Uzbekistan memang masih lebih kuat.
“Selamat untuk tim Uzbekistan,” Ucap STY Kepada Pelatih Uzbekistan.
“Kami masih memiliki kesempatan untuk bermain di Olimpiade, jadi kami harus memiliki persiapan yang baik untuk bisa lolos ke Olimpiade,” tutur pelatih asal Korea Selatan ini.
Selanjutnya, Indonesia akan melakoni laga perebutan tempat ketiga Piala Asia U-23 melawan Irak akan berlangsung pada Kamis (2/5) pukul 22.30 WIB di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha.
(Khozin)